Tour ke Belitung, Singgahi Rumah Adat Belitung

Tour Belitung, Bila Anda traveling ke destinasi wisata baru rasanya kurang lengkap bila tak singgah ke rumah adat yang hanya ada di daerah tersebut. Nah, Anda bisa menyaksikan rumah Adat Panggong, dengan lima bagian dengan arti dan fungsi-nya masing-masing bila sedang tour ke Belitung.

Saat ini Rumah adat asli masyarakat Belitung hanya tersisa sedikit saja. Salah satu yang sengaja di bangun dan dirawat dengan baik adalah Rumah Adat yang Terletak persis di Jalan Ahmad Yani, persis di samping Kantor Bupati Belitung.

Hanya butuh waktu sekitar 20 menit dari Bandara H.A.S Hanandjoeddin anda sudah bisa mengunjungi tempat ini. Rumah adat ini dibangun mulai tahun 2006, selesai dan diresmikan tiga tahun kemudian.

Karena tempat ini cukup menarik dan sayang untuk dilewatkan kami sengaja memasukkannya dalam salah satu tempat yang dikunjungi dalam layanan paket wisata Belitung reguler yang kami tawarkan. Sudah ribuan wisatawan yang mengunjungi Rumah Adat ini dengan bersama travel kami.

Rumah Adat Belitung Kebanggaan Masyarakat Negeri Laskar Pelangi

Rumah asri yang menjadi kebanggaan masyarakat Negeri Laskar Pelangi dibangun di atas tanah seluas kurang lebih 500 meter persegi. Rumah adat Belitung ini terletak di Kota Tanjung Pandan. Tepatnya di Jalan Ahmad Yani, persis di samping Kantor Bupati Belitung.

Memasuki halaman rumah, pengunjung akan melihat sebuah bangunan besar. Rumah ini terdiri dari tiga bagian, yakni ruang utama, loss, dan dapur.

Setelah menaiki tangga yang ada di bagian depan rumah, pengunjung akan menjumpai sebuah teras. Teras yang cukup luas ini biasa digunakan oleh tamu atau pengunjung untuk duduk-duduk santai sambil berbincang-bincang. Lantai di ruangan utama ditutupi oleh tikar. Lantai yang ditutupi tikar memang menjadi ciri khas rumah-rumah panggung yang ada di Belitung.

Ruang utama dalam rumah-rumah di Belitung biasa dijadikan sebagai tempat dilakukannya semua kegiatan keluarga seperti kumpul-kumpul keluarga maupun untuk mengaji. Konsep rumah adat Belitung yang terbuka menjadikan rumah ini terlihat begitu lapang tanpa ada sekat-sekat di dalamnya.

Anda yang mengikuti paket wisata Belitung atau solo traveller sekalipun bisa mengunjungi rumah adat saat baru tiba atau sebelum kembali ke kota tujuan saat hari terakhir tour ke Belitung.

Detail Rumah Adat Belitung

Rumah adat Belitung ini dibangun memanjang dengan lima bagian, semakin ke belakang fungsinya semakin rendah, dari mulai teras untuk tamu hingga ruangan untuk penjaga tau pembantu.

Fondasi bangunan ini terbuat dari batu granit, salah satu jenis batu ikonik di Belitung. Selain fondasi, semuanya terbuat dari kayu, mulai lantai menggunakan kayu ulin, tiang penyangga dari kayu nyatoh, sedangkan atap menggunakan kayu medang dan seru.

Begitu masuk kerumah anda langsung disambut dengan gemericik kembang goyang yang yang saling bergesekan karena ditiup angin. Kembang ini merupakan ornamen penyambut tamu, dahulunya terbuat dari daun lais, tapi disini menggunakan besi tipis yang dibentuk serupa.

Rumah adat yang ada sekarang ini merupakan miniatur rumah Panggong untuk seorang bangsawan, atau yang dimiliki para pejabat zaman dahulu. Perbedaannya dengan rumah penduduk biasa ialah lebih besar sehingga memiliki lima ruangan, sedangkan rakyat biasa hanya memiliki empat ruangan.

Ornamen lain yang membedakannnya adalah jumlah anak tangga. Di Belitung sendiri, jumlah anak tangga rumah haruslah ganjil, untuk bangsawan lebih dari tiga anak tangga, tapi rakyat biasa hanya diperbolehkan memiliki tiga anak tangga.

Di rumah Panggong ini Hanya tamu laki-laki yang bisa diterima di teras, sedangkan perempuan harus langsung masuk ke bagian tengah dan bisa ke dapur. Untuk laki-laki hanya sebatas sampai teras rumah.

Ruang kedua merupakan ruangan utama, di mana tempat keluarga beraktifitas. Di sini Anda bisa melihat salah satu ciri khas rumah Panggong Belitung tidak memiliki sekat-sekat kamar. Orang tua dan anak tidur bersama di ruangan tersebut menggunakan kasur tipis atau tikar.

Selain rumah adat, sekarang bangunan ini juga berfungsi sebagai Museum Budaya Belitung. Anda dapat melihat banyak foto-foto yang menjelaskan budaya Belitung di sana. [baca : paket tour Belitung 3 hari 2 malam ]

Lepas dari ruangan utama, Anda disambut dengan jembatan sepanjang tiga meter, atau disebut loss. Di tempat ini setiap anggota keluarga berkumpul bersantai sambil bercengkerama, seperti mencari kutu atau mendongeng.

Loss tersebut menghantarkan Anda menuju ruang dapur, di mana hasil ikan atau kebun disimpan. [baca : paket tour Belitung tanpa hotel ]

Dapur diletakkan di belakang karena tempat yang melakukan aktifitas lebih kotor dibanding ruang utama. Selain untuk penyimpanan bahan makanan, di sana juga tempat memasak bahan tersebut, hingga disantap bersama-sama keluarga.

Ruang paling belakang ialah ruang untuk penjaga rumah atau pembantu di zaman sekarang. Ruang ini salah satunya yang membedakan bangsawan dengan rakyat biasa, di mana rakyat bisa tidak memiliki ruang penjaga.

Itulah salah satu objek wisata Belitung yang patut anda pertimbangkan untuk dikunjungi saat menikmati liburan ke Belitung. Anda yang traveling sendiri misalnya dengan menggunakan jasa sewa mobil Bangka Belitung tetap bisa meminta driver anda untuk mengunjungi rumah adat Belitung ini.