Asal Usul Pantai Parai Tenggiri

paraiBagi wisatawan yang pernah berkunjung ke Bangka, pantai Parai Tenggiri tentu sudah tak asing lagi. Apalagi dikalangan masyarakat Bangka. Kawasan ini bahkan dikenal luas sebagai ikon pariwisata Kab. Bangka. Namun demikian hingga sekarang tidak banyak orang yang tahu, asal-asul pantai Parai Tenggiri. Hal inilah kemudian yang membuat team dari perusahaan kami CV.Visit Babel, secara serius menulusurinya. Penulusuran ini kami lakukan dengan mewawancarai beberapa nara sumber secara langsung.

Nah, berikut hasil penulusan kami tentang asal-usul nama kawasan pantai Parai Tenggir, Bangka.

PANTAI Parai Tenggiri adalah pantai terindah yang terletak di Kota Sungailiat, Kabupaten Bangka, Prov.Bangka Belitung. Dengan jarak tempuh lebih kurang 45 Menit dari Bandara Depati Amir Pangkalpinang, pantai ini wajib anda kunjungi saat Anda berkunjung ke Pulau Bangka.

Banyak keindahan yang bisa dinikmati di pantai ini, karena selain memiliki panorama pantai yang cantik, laut yang jernih kebiruan, pasir yang putih nan lembut, disertai deburan ombak melambai-lambai. Di pantai ini juga terdapat pulau yang sangat eksotis, yaitu pulau batu atau biasa disebut dengan rock Island, yang dikelilingi oleh bebatuan granit unik dan besar dengan warna menggoda, batu yang besar berpariasi dan ombak kecil memantul indah di pantai dan bebatuan kecilnya.
Pantai ini dikelola oleh el-john lengkap dengan berbagai fasilitasi, aneka permainan, seperti banana boad, jet sky, dll serta kolam renang yang besar yang berada persis dipinggir pantai yang wajib anda coba.
Pantai ini dulunya dinamai dengan pantai “Hak Kok”. Namun pada kisaran tahun 1948-1949 pantai ini diganti atau diberi nama oleh Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno, dengan nama “Parai Tenggiri”.
Secara etimologis, kata-kata parai memang tidak ditemukan dalam kamus bahasa Indonesia. Bahkan tidak juga terdapat dalam kosa-kata bahasa daerah Bangka. Namun sebagaimana yang dituturkan oleh CEO El-John Group, Johnnie Sugianto, parai yang dimaksudkan oleh Soekarno adalah berarti “Surga”. Dari istilah mana pastinya istilah ini belum pernah ditemukan.
Sementara Tenggiri itu diambil dari kata-kata Ikan Tenggiri, karena ketika Ir. Soekarno di asingkan di Pulau Bangka, Ir. Soekarno berserta para rombongan sering bersantai dan berdiskusi di pantai ini sembari membakar Ikan Tenggiri (ikan terbaik dan ternikmat di pulau Bangka) sebagai menu utama makanannya.
Singkat cerita menurut Johnnie Sugianto, nama “Parai Tenggiri” diberikan oleh Presiden Pertama Indonesia, Ir. Soekarno dengan makna “Surganya panorama Pantai dan surganya Ikan Tenggiri”.
Dulu Pantai Parai Tenggiri sebanarnya dimiliki oleh bapak Ishak dan keluarganya seluas 18,5 Hektar. Sampai sekarang beliau masih hidup dan bertempat tinggal tidak jauh dari pantai parai. Namun, pada tahun 1988 kawasan ini dibeli oleh Johnnie Sugianto seharga 50.000.000. Menariknya, Bos El-John ini rela menjual hotelnya di Batam, waktu itu demi membeli kawasan pantai ini. Dengan penuh keyakinan, kelak pantai ini akan menjadi pantai terbaik dan terindah yang selalu ramai di pulau Bangka.
Keyakinan Pak Johnnie, kini terbukti, dengan pengelolaan yang baik dan pelayanan yang istimewa, serta pasilitas hotel (resort) berbintang 4 (empat) dengan bentuk cottage pantai Parai Tenggiri berhasil  menjadi Icon keindahan pantai-pantai yang ada di Pulau Bangka.